Zaman terus berkembang. Teknologi pun makin canggih dan makin memengaruhi pola interaksi antar manusia. Jarak tidak lagi jadi penghalang, teknologi memungkinkan siapa pun untuk bisa bertatap muka meski tidak berada di tempat yang sama. Dari hal ini, apakah Anda bisa melihat adanya peluang untuk berbuat sesuatu dan memulai perubahan?

Saat ini, banyak perubahan sudah diciptakan. Dan, hampir semuanya dimulai dengan memanfaatkan teknologi. Inovasi terjadi di berbagai bidang, termasuk di antaranya adalah pendidikan. Nah, anak muda satu ini telah mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk membangun sebuah startup di bidang pendidikan. Menjawab isu dan persoalan pendidikan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Dia adalah Adamas Belva Syah Devara, CEO dari Ruangguru sebuah startup teknologi dan pendidikan terbesar di Indonesia. Bagaimana kisah Belva hingga akhirnya bisa membangun usahanya menjadi seperti sekarang? Berikut videonya dan selamat menyaksikan.

1. Menyukai Pendidikan Sejak Kecil

Murni Hercahyani sebagai ibu sadar kalau anak sulungnya, Belva Devara punya minat yang tinggi di bidang pendidikan. Belva memang selalu berusaha untuk membuat ibunya bangga dengan menunjukkan sederet pencapaian. Misalnya dulu ketika dia masih duduk di bangku SMP.

Saat itu, Belva mencoba belajar dengan giat dan berusaha semaksimal mungkin, agar dia bisa memperoleh nilai 10 untuk salah satu mata pelajaran yang masuk dalam Ujian Nasional. Dengan maksud agar ibunya bisa dipanggil maju saat acara pengumuman kelulusan dan menerima penghargaan.

Sampai di tingkat SMA, Belva masih jadi yang favorit di kelas. Prestasinya terus terjaga. Berdasarkan nilai-nilainya, Belva selalu menempati posisi pertama di antara teman-teman sekolahnya yang lain. Selama SMA, Belva selalu meraih menjuarai berbagai kompetisi olimpiade ilmiah, pidato, dan debat berbahasa Inggris. Karena prestasinya itu Belva diberikan beasiswa penuh dan tidak perlu membayar untuk biaya pendidikan selama SMA.

2. Akrab dengan Beasiswa dan Prestasi

Pada tahun 2007, Belva mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Singapura untuk melanjutkan studinya di Nanyang Technological University, Singapura. Salah satu institut teknik terbaik di Asia. Pada saat itu program beasiswa ini merupakan salah satu yang paling kompetitif. Di antara sekian banyak pendaftar, hanya delapan orang yang diterima dan Belva satu di antaranya.

Belva mengukir catatan baru sebagai orang Indonesia pertama yang diterima dan mengambil program gelar ganda untuk program studi Ilmu Komputer dan Bisnis di Nanyang Technological University. Dia termasuk dalam Double Dean’s List yaitu lima persen mahasiswa dengan prestasi tertinggi. Baik di prodi di Ilmu Komputer atau Bisnis.

Pada tahun 2009, Belva tergabung sebagai mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar ke University of Manchester, Inggris. Tahun 2011 jadi puncak prestasi akademis Belva.

Ia mendapat tiga medali emas dari Nanyang Technological University; Lee Kuan Yew Gold Medal (penghargaan tertinggi bagi mahasiswa di universitas), Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Ilmu komputer), dan Accenture Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Bisnis).

3. Gelar Ganda di Harvard dan Stanford

Tahun 2013 Belva kembali melanjutkan pendidikannya. Kali ini tidak tanggung-tanggung, Belva jadi orang Indonesia pertama yang diterima di program gelar ganda Harvard University dan Stanford University. Dua universitas paling bergengsi di dunia. Di Harvard dia mengambil jurusan Master of Public Administration. Sementara di Stanford, Belva memilih jurusan Master of Business Administration.

Tidak cuma itu, Belva juga terdaftar silang sebagai mahasiswa di fakultas lain di Harvard. Di antaranya Harvard Law School, Harvard Medical School, dan Harvard Graduate School of Education. Dia juga aktif menjadi peneliti  di Harvard Ash Center for Democratic Governance and Innovation.

Belum berhenti sampai di situ, Belva bahkan terdaftar sebagai mahasiswa tamu di Massachusetts Institute of Technology, yang mana merupakan salah satu universitas terbaik di dunia.

Jadi Sobat Ngobi, total-total ada tiga universitas terbaik di dunia yang pernah dirasakan oleh Belva Devara.

4. Pernah Kerja Kantoran Juga

Sebelum Belva meneruskan jejak akademiknya yang cemerlang di Amerika Serikat, usai studi sarjana di Singapura Belva memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Kabarnya, dia banyak menolak tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi di Singapura.

Di Jakarta, Belva memilih bekerja di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan dan sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Berkat kerja ini, Belva menerima Client First Award sebagai konsultan manajemen terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2012.

Sampai akhirnya datang kesempatan untuk dia berangkat mengikuti program pascasarjana di Amerika Serikat. Belva mendapatkan beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.

Salah satu kewajiban dari mahasiswa penerima LPDP yaitu kembali ke Tanah Air memberikan kontribusi untuk perkembangan Indonesia. Dan Sobat Ngobi, inilah kontribusi nyata dari Belva Devara.

5. Mendirikan Ruangguru

Dari pengalamannya bekerja, Belva bisa menyimpulkan dan punya tekad serius untuk terjun langsung memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2014, dia bersama sahabatnya, Muhammad Iman Usman mendirikan sebuah platform edukasi yang diberi nama Ruangguru dengan misi sosial pendidikan. Ruangguru ditujukan untuk memudahkan siswa SD, SMP, dan SMA untuk belajar secara online.

Tahun 2016 Belva lulus dari studinya di Amerika, dia langsung memutuskan untuk fokus membangun Ruangguru sebagai solusi dari perbaikan pendidikan di Indonesia. Belva menjabat sebagai CEO Ruangguru.

6. Tembus 15 Juta Pengguna

Di bawah kepemimpinan Belva, cuma butuh setahun, Ruangguru berkembang pesat dan menjadi startup pendidikan terbesar di Indonesia. Hingga sekarang Ruangguru telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna serta mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa lebih dari 100 bidang pelajaran.

Ruangguru telah mengembangkan berbagai layanan belajar berbasis teknologi. Termasuk layanan kelas virtual, platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, serta konten-konten pendidikan lainnya yang bisa diakses melalui web dan aplikasi Ruangguru.

Saat ini Ruangguru juga telah dipercaya untuk bermitra dengan 32 dari 34 Pemerintah Provinsi dan 326 Pemerintah Kota dan Kabupaten di Indonesia.

7. Masuk Jajaran Forbes 30 Under 30 Asia

Berkat kesuksesan Ruangguru dan kontribusinya untuk pendidikan Indonesia, Belva Devara dan rekannya Iman Usman, menerima penghargaan 30 under 30 dari Forbes Magazine di Asia pada tahun 2017.

Penghargaan ini diberikan kepada anak muda berusia di bawah 30 tahun di kawasan Asia yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin atau pengusaha di masa depan. Belva dan Iman masuk dalam kategori kewirausahaan dan teknologi. Namanya bersanding dengan tokoh-tokoh lain di Asia seperti Anvitha Vijay dan Eric Gnock Fah.

8. Masuk dalam ASEAN 40 Under 40

Setahun berselang Belva kembali menerima penghargaan ASEAN 40 Under 40. Dia terpilih menjadi salah satu dari 40 pemuda di bawah usia 40 tahun yang paling berpengaruh di ASEAN pada tahun 2018.

Makin melengkapi daftar penghargaan bergengsi yang diraih Belva setelah  Forbes 30 Under 30. Selain Belva, terdapat pula beberapa nama yang berasal dari Indonesia seperti Fajrin Rasyid, Co-Founder dan Presiden Bukalapak.

Luar biasa ya, Sobat Ngobi. Sejak sekolah hingga membangun usaha Belva tidak berhenti menuai prestasi yang membanggakan.

9. Pembicara Level Dunia

Keberhasilan membangun Ruangguru membuat Belva diakui di level dunia dan kerap diundang menjadi pembicara di event-event besar. Belva pernah jadi pembicara di Konferensi Dunia untuk Kecerdasan Buatan dan Pendidikan Adaptif di Beijing, Cina.

Belva dari Ruangguru satu-satunya pembicara yang berasal dari Asia Tenggara. Di sana Belva bicara mengenai strategi Ruangguru memimpin teknologi pendidikan di Indonesia. Belva juga membahas rencana soal pengembangan kecerdasan buatan di aplikasi Ruangguru.

Event besar lain yang mengundang Belva sebagai pembicara adalah Ministerial Programme of Mobile World Congress 2018 yang diselenggarakan di Barcelona.

10. Jadi Staf Khusus Presiden Jokowi

Pada tahun 2017 di Istana Bogor, Belva pernah diundang oleh pemerintah untuk mengikuti rapat terbatas atau ratas mengenai masalah pendidikan di Indonesia. Dua tahun setelah rapat itu, di usianya yang menginjak 29 tahun, Belva lantas ditunjuk sebagai staf khusus Presiden Jokowi.

Sebuah pencapaian yang tak disangka-sangka oleh Belva. Dia pikir kapan lagi seorang anak muda dipercaya untuk berada di ring 1 lingkaran presiden. Di dalam staf khsusus itu, Belva termasuk dalam gugus ketiga yang punya tugas menjadi teman diskusi bagi presiden. Ada tujuh staf khusus di gugus ketiga, selain Belva ada nama lain seperti Putri Tanjung.

Belva dan rekan sesama staf khususnya dipercayakan bisa memberi ide-ide kreatif untuk kebijakan pemerintah.

PENUTUP

Nah itulah dia 10 fakta menarik dari sosok Belva Devara. Semoga bisa menjadi penyemangat Sobat Ngobi untuk berwirausaha, ya.

Untuk pertanyaan kali ini, apakah Sobat Ngobi setuju dengan ide menyelesaikan studi secara serius terlebih dahulu, lalu selepas itu mulai fokus mengembangkan bisnis?

Silakan jawab di kolom komentar di bawah, ya, dan jangan lupa untuk share ke teman-teman Sobat Ngobi.

Leave a comment