Kemampuan berbicara atau ngobrol kerap kali dianggap remeh hingga gagal dipelajari oleh banyak orang sejak dini. Mulai dari bangku sekolah, anak-anak diharuskan berkutat dengan catatan dan layar gadget hingga kesempatan mengasah kemampuan komunikasinya malah semakin terbatas.

Padahal, kemampuan dasar bicara tersebut sangat penting untuk mendukung interaksimu dengan orang lain. Pembicaraan yang mengalami kesalahpahaman bisa berujung pada argumen atau pandangan negatif yang menyebabkan hubunganmu dan orang lain jadi retak. Nah, sobat ngobi pasti nggak mau kan hal buruk tersebut terjadi?

Dalam sebuah tayangan hasil kolaborasi TED dan Creative Coast, jurnalis terkenal dunia, Celeste Headlee menjelaskan tentang cara ngobrol yang asyik dan bermanfaat dengan semua orang. Menurut Celeste, perkembangan teknologi yang disalahgunakan menjadi salah satu penghambat kelancaran komunikasi.

Berdasarkan hasil survei yang diperoleh Pew Research, sepertiga remaja Amerika Serikat tercatat menggunakan smartphone-nya untuk mengirim lebih dari 100 pesan per hari. Interaksi melalui pesan terbukti lebih disukai daripada bertatap muka. Wah, kayaknya hal serupa juga sedang terjadi di Indonesia nih.

Jadi, apakah Sobat NGOBI tuh termasuk orang yang sulit ngobrol secara asyik dan nyambung?

Jangan resah dulu sob kalau mengalami hal tersebut ya.

Berikut cara ngobrol yang baik dan benar

1. Hindari Ngobrol Sambil Melakukan Aktivitas Lain

Aktivitas sesederhana apa pun yang kamu lakukan sambil ngobrol ternyata bisa menjadi distraksi yang cukup mengganggu lho. Misalnya, banyak orang sering ngobrol sambil pegang HP, kunci mobil, pulpen, atau benda-benda lain yang ada di depannya.

Selain itu, ada pula orang yang ngobrol tapi sambil mikirin menu makanan nanti malam atau rencana liburan akhir pekan. Duh, sebaiknya kebiasaan ngobrol sambil melakukan aktivitas lain mulai dikurangi secara bertahap ya, Sobat NGOBI.

Kalau ada orang yang ngajak ngomong, taruh HP-mu sebentar, dengarkan, perhatikan, jawab dengan menatap wajahnya. Menghargai orang lain nyatanya memang sesederhana itu. Obrolan dengan orang lain akan berlangsung lancar dan menyenangkan jika kamu selalu menghargai lawan bicaramu. Kamu juga nggak mau kan dicuekkin sama orang yang kamu ajak ngobrol?

2. Jangan Sampai Terkesan Menggurui

Ngobrol sambil menggurui orang lain tuh emang nggak banget, deh. Orang yang lebih muda atau jabatannya lebih rendah dari kamu akan berusaha mendengarkan karena segan memotong pembicaraanmu. Padahal bisa saja dalam hati sih sebenarnya mereka nggak betah ngobrol sama kamu kalau kamu selalu menggurui.

Sobat NGOBI, semua orang punya pengetahuan dan opini masing-masing yang nggak boleh diremehkan atau dibanding-bandingkan dengan pendapat pribadimu. Jangan sampai kamu dicap nggak asyik dan sok tahu hanya karena sering menggurui orang lain ketika ngobrol, ya.

Redamlah keinginan untuk menggurui saat sedang ngobrol, kecuali kalau lawan bicaramu memang sedang meminta nasihat darimu. Bahkan, memberikan nasihat juga harus dilakukan secara hati-hati supaya lawan bicaramu nggak tersinggung hingga pembicaraan berakhir dengan kurang menyenangkan.

Diam sampai Anda diminta untuk berbicara itu lebih baik, dari pada Anda terus berbicara sampai Anda diminta untuk diam

3. Gunakan Pertanyaan Terbuka

Di awal percakapan, kamu bisa menggunakan pertanyaan dengan satu kata dominan, misalnya

“kamu udah makan?”

Kata makan pasti jadi kunci jawaban yang membuat lawan bicaramu menjawab sudah atau belum. Nah, dari situ kamu bisa mengembangkan topik pembicaraan menjadi lebih luas. Misalnya,

“Eh, kamu tuh sukanya makan apa sih?”

atau

“Di mana tempat makan favoritmu yang biasanya kamu rekomendasiin ke orang-orang?”

Pertanyaan santai tersebut bisa bikin lawan bicaramu tergugah untuk menjelaskan jawaban berdasarkan minatnya. Biarkan lawan bicaramu mengungkapkan hal-hal yang ingin disampaikannya hingga tuntas.

Meskipun sederhana, cara memancing percakapan yang satu ini biasanya sih efektif dan nggak akan bikin lawan bicaramu ngerasa insecure. Usahakan untuk menanyakan pertanyaan yang umum dan nggak terkesan menyudutkan ya, Sobat NGOBI.

4. Ikuti Aliran Percakapan dengan Fokus

Saat ngobrol lama dengan orang lain, kemungkinan besar ada bahan pikiran lain yang terlintas dalam benakmu. Tapi, kamu harus menghilangkan pikiran-pikiran tersebut dan tetap fokus dengan obrolanmu, ya. Apalagi jika kamu sedang mewawancarai tokoh penting atau berbicara dengan orang yang lebih tua denganmu.

Jangan sampai deh kamu memberikan pertanyaan yang jawabannya sudah disebutkan lawan bicara atau langsung mengganti topik yang tidak berkaitan dengan pembicaraan sebelumnya. Kamu harus mengikuti aliran pembicaraan dengan fokus lalu mengalihkannya secara perlahan-lahan supaya lawan bicara tetap ngerasa nyaman.

5. Jujur Aja Kalau Memang “Nggak Tahu”

Kamu nggak harus selalu terlihat pintar saat ngobrol dengan orang lain. Jadi, bicarakan saja hal-hal yang memang kamu ketahui dengan baik. Nggak perlu ragu berkata jujur bila ada hal-hal tertentu yang kamu nggak tahu. Ketidaktahuan itu wajar kok.

So, jangan sampai kamu memberikan informasi yang keliru hanya karena ingin kelihatan pintar dan sempurna, ya. Mungkin saja lawan bicaramu justru punya pengetahuan lebih sehingga bisa berbagi denganmu. Cobalah mengembangkan rasa keingintahuanmu usai mengobrol dengan mencari informasi tentang hal-hal yang tidak kamu ketahui.

6. Jangan Membandingkan Pengalamanmu dengan Pengalaman Orang Lain

Sebel nggak sih sama lawan bicara yang suka membanding-bandingkan pengalamannya ketika kamu sedang bercerita tentang pengalamanmu?

Ah, emang nyebelin banget, ya. Apalagi kalau ceritanya malah berujung humblebrag yang bikin kamu jadi mengernyitkan dahi. Oleh sebab itu, kamu harus belajar dari perilaku orang lain yang nyebelin. Jangan pernah membandingkan pengalamanmu dengan pengalaman orang lain, kecuali kalau lawan bicaramu memang memintamu menceritakan pengalaman.

Semua orang punya pengalaman istimewa yang berbeda dengan orang lain. Mungkin aja lawan bicaramu itu sedang ingin curhat karena tak punya tempat berkeluh kesah. Sebaiknya kamu menyimak ceritanya dengan baik dan nggak perlu ribet membandingkannya dengan pengalaman hidupmu sendiri.

7. Usahakan untuk Tidak Mengulangi Kata-Kata

Orang yang sering mengulangi kata-katanya saat ngobrol memang membosankan. Apalagi kalau yang diulang itu tentang urusan pribadi, misalnya pekerjaan yang nyebelin atau masalah rumah tangga. Nggak semua orang punya waktu untuk dengerin omongan yang diulang-ulang, mungkin aja kan ada aktivitas lain yang lebih penting daripada dengerin topik obrolan yang selalu sama persis.

Jangan sampai kamu jadi orang nyebelin yang sering mengulang kata-kata selama ngobrol ya, Sobat NGOBI. Hargai lawan bicaramu dengan baik. Kamu juga wajib menempatkan posisi sebagai pendengar yang menyimak omongan lawan bicara secara cermat.

8. Jangan Bertele-tele

Hal lainnya yang nggak kalah nyebelin adalah menghadapi orang yang ngomongnya bertele-tele. Pokoknya muter-muter ke sana kemari tanpa to the point ke topik pembicaraan inti. Bila kamu sering kesal sama orang yang ngomongnya bertele-tele, kamu juga harus belajar dari hal tersebut. Terutama kalau kamu nggak lagi ngobrol santai, melainkan sedang melakukan pembicaraan serius dengan atasan, guru, dosen, atau rekan kerja.

Obrolan yang to the point akan membuat lawan bicaramu lebih fokus sehingga bisa memberikan jawaban atau tanggapan yang tepat. Percaya deh kalau ngalor ngidul itu sering bikin orang lain jadi bete dan kapok ngobrol denganmu.

9. Menempatkan Diri Sebagai Pendengar

Poin yang satu ini terbilang paling penting dan sering jadi masalah bagi banyak orang. Sejatinya, obrolan itu adalah komunikasi dua arah. Jadi, jangan sampai kamu hanya menempatkan diri sebagai pemberi informasi yang nggak mau dengerin omongan orang lain. Dalam sebuah obrolan, kamu juga wajib menempatkan dirimu sebagai pendengar.

Buatlah lawan bicaramu merasa nyaman karena omongannya didengarkan dengan seksama. Hindari perilaku yang mengganggu fokus selama kamu ngobrol, misalnya nyimak omongan orang lain sambil main HP. Lagi pula, menjadi pendengar akan membuatmu belajar hal-hal baru. Sebab pengalaman orang lain dapat menjadi pembelajaran berharga yang belum pernah kamu dapatkan sebelumnya.

10. Bicaralah dengan Singkat

Nggak semua orang akan merasa nyaman diajak ngobrol panjang lebar. Bisa aja lawan bicaramu itu seorang introvert, sedang sibuk beraktivitas, atau suasana hatinya sedang kurang baik. Oleh sebab itu, mulailah membiasakan diri untuk bicara dengan singkat lalu amati respon lawan bicaramu.

Orang-orang yang sedang ingin ngobrol biasanya akan menanggapi omonganmu dengan antusias dan tak jarang pula balik memberikan pertanyaan. Berbicara singkat membuatmu bisa langsung fokus pada inti pembicaraan.

Risiko salah paham pun bisa diminimalkan melalui pembicaraan singkat tersebut. Orang-orang pun nggak akan kapok ngobrol denganmu karena kamu pandai menempatkan diri sebagai lawan bicara yang menyenangkan.

Penutup

Ngobrol itu bukan sekadar ngomong dengan orang lain aja ya, Sob.

Ternyata banyak hal yang mesti kamu perhatikan agar obrolan selalu asyik dan nyambung. Nggak masalah kok kalau sekarang kamu masih ngerasa kurang asyik. Jangan berhenti memperbaiki diri agar jadi pribadi yang menyenangkan

Sobat NGOBI punya pengalaman unik apa nih waktu ngobrol sama orang lain? Yuk, share pengalaman tersebut di kolom komentar.

Leave a comment