Siapa yang tidak kenal dengan sosok satu ini, namanya tersohor karena memiliki perusahaan bernama CT Corp yang memiliki banyak anak perusahaan dan juga menaungi stasiun televisi Trans TV dan Trans 7 serta masih banyak lagi anak perusahaannya. Ya, beliau adalah Chairul Tanjung. Namanya begitu tersohor karena success story yang berawal dari keluarga biasa hingga menjadi pengusaha konglomerat seperti sekarang ini.

 Berbagai kalangan menyebutnya sebagai pengusaha papan atas hingga julukan the rising star. Namun beliau enggan mendapatkan  julukan sebagai pengusaha dadakan.

Apa yang telah beliau dapatkan dalam hidupnya selama ini berasal dari bekerja keras selama bertahun-tahun mulai dari mahasiswa. Mulai dari buka usaha fotokopian hingga bisa sukses sampai sekarang ini.

Ayo kenalan lebih jauh dengan profil Choirul Tanjung melalui 10 fakta berikut ini:

1. Pernah Tinggal di Daerah Terkumuh di Jakarta

Kesuksesan Choirul Tanjung bukanlah warisan turun-temurun dari keluarganya. Choirul Tanjung bukan berasal dari keluarga konglomerat, ayahnya seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Tahukah Anda bahwa ternyata dulu Chairul Tanjung pernah tinggal di daerah paling kumuh di Jakarta?

Tahun tujuh puluhan, jalanan tanah becek dan banjir setiap musim hujan dan kering gersang setiap musim kemarau telah menjadi pemandangan biasa di Gang Abu, Batutulis, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.  Di gang tersebut Chairul Tanjung tinggal bersama kedua orang tuanya.

Di rumah petak kecil, beratap pendek dengan dinding tambal sulam itulah orang tua Chairul Tanjung mendidik beliau dengan sangat tegas. Orang tuanya memiliki prinsip.

“Agar bisa keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan merupakan langkah yang harus ditempuh dengan segala daya dan upaya.”

Kondisi ekonomi yang lemah menjadi pelecut bagi Chairul Tanjung untuk terus bekerja keras hingga menjadi sosok yang seperti sekarang ini.

2. Kuliah dari Hasil Gadai Kain Halus Ibunya

Saat itu kuliah menjadi barang mewah bagi setiap orang. Prinsip yang dipegang oleh kedua orang tuanya tidak menyurutkan semangat agar bisa menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.

Chairul Tanjung memilih untuk masuk ke universitas negeri, bukan karena gengsi bahwa universitas negeri lebih bagus, namun karena biayanya yang lebih terjangkau. Apabila gagal masuk di universitas negeri maka tak ada pilihan lagi untuk melanjutkan kuliah berhubung biayanya sangat mahal.

Sistem pendaftaran mahasiswa baru kala itu memperbolehkan untuk mendaftar 3 jurusan berbeda di lima universitas. Pilihan pertama beliau memilih jurusan teknik sipil perencanaan ITB, pilihan kedua beliau memilih jurusan kedokteran gigi UI, dan pilihan ketiga beliau memilih jurusan farmasi UI.

Tak dinyana, pilihan keduanyalah yang diterima. Total uang yang perlu dibayarkan saat itu sebesar Rp. 75.000. Rinciannya sebesar Rp. 45.000 untuk kuliah selama satu tahun dan Rp. 30.000 untuk biaya administrasi dan lainnya.

Biaya tersebut tentulah termasuk mahal bagi keluarga Chairul Tanjung Saat itu. Namun karena prinsip kedua orang tuanya itu maka tak ada kata menyerah. Suatu ketika ibunya datang kepada Chairul Tanjung setelah pontang-panting mencari dana untuk kuliah dan berkata,

“Chairul, uang pertamamu yang ibu berikan beberapa hari yang lalu, ibu dapatkan dari menggadaikan kain halus ibu. Belajarlah dengan serius,Nak.”

Mendengar perkataan ibunya itu, hatinya semakin membara dan membuat tekad bulat dalam hati bahwa semenjak kejadian ini ia berkomitmen untuk tidak meminta uang kepada ibunya lagi.

Baca Juga : 10 Fakta Unik Menteri BUMN Erick Thohir

3. 15 Ribu Pertama Sebagai Momentum Pembangkit Rasa Percaya Diri

Bak gayung bersambut, setelah membulatkan tekad, maka bertemulah ia dengan peluang.  Peluangnya adalah fotokopian.Seperti biasa, bahwa sebagai mahasiswa tak lepas dengan perkara fotokopi modul pelajaran ataupun praktikum. Nah di Fakultas Kedokteran Gigi UI selalu ada praktikum dan setiap praktikum harus mengikuti prosedur yang ada di buku praktikum.

Buku praktikumnya tidak tebal, hanya 20 halaman dan mau tak mau mereka wajib memilikinya. Rata-rata biaya fotokopi per-lembarnya adalah Rp. 25, sehingga untuk satu buku mereka perlu membayar Rp. 500.

Suatu ketika Chairul Tanjung menemukan fotokopian yang bisa memberikan harga fotokopi hanya Rp. 150 saja. Lalu Chairul Tanjung menjual pada teman-temannya Rp. 300. Harga ini lebih murah dari biasanya. Maka teman-temannya pun tertarik.

Dari peluang ini Chairul Tanjung mendapatkan keuntungan Rp. 15.000. Ini adalah Rp. 15.000 pertama yang memunculkan semangat optimis dan rasa percaya dirinya.

4. Menjadi juragan fotokopian di kampus

Semenjak teman-temannya tahu bahwa bisa fotokopi lebih murah di tempat Chairul Tanjung, maka berbondong-bondong mahasiswa datang untuk fotokopi.

Tak hanya mahasiswa dari kedokteran gigi saja, bahkan mahasiswa jurusan lain, dosen hingga rektor kenal dengan Chairul Tanjung. Semenjak itu usaha fotokopiannya berkembang hingga membuka fotokopian di bawah tangga kampusnya. Semenjak itu Chairul Tanjung mendapat julukan juragan fotokopian.

5. Mahasiswa Teladan, Aktivis Sekaligus Pebisnis

Chairul Tanjung mencetak sejarah di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI saat itu. FKG jarang tenar dengan mahasiswanya yang aktif menjadi dewan mahasiswa. Chairul Tanjung mencetak sejarah menjadi Ketua ex-officio Dewan Mahasiswa UI. Sebelumnya juga Chairul Tanjung dipercaya sebagai Ketua Mahasiswa FKG angkatan 1981 dan berlanjut menjadi ketua seluruh angkatan di Universitas Indonesia.

Tak hanya menjadi aktivis, beliau juga aktif di kegiatan sosial dengan mengenalkan penyakit talasemia pada masyarakat Indonesia melalui seminar yang digelarnya. Seminar yang digelarnya adalah seminar pertama tentang talasemia yang ada di Indonesia. Selain menjadi aktivis, beliau juga menjadi pebisnis mulai dari fotokopian, alat-alat peraga kesehatan hingga jual beli mobil bekas.

6. Kepercayaan Adalah Modal Utama

Sukses bukanlah hal yang diraih secara instan, butuh kerja keras, pengorbanan, ketekunan dan integritas yang tinggi. Selain itu jangan lupakan kepercayaan.

Kepercayaan adalah hal yang harus dijaga baik dengan siapapun kita berbisnis. Sekali kepercayaan hancur maka akan berimbas pada hancurnya bisnis kita juga. Mendapatkan kepercayaan dari mitra bisnis juga bukan hal yang mudah karena perlu bekerja keras,senantiasa berpikir positif dan sehat.

7. Chairul Tanjung Selalu Punya Visi dan Target yang Jelas

Perusahaan CT Corp bisa sesukses sekarang ini karena Chairul Tanjung selalu punya visi dan target yang jelas terhadap apa yang ditanganinya. Selain kejelasan visi dan target, beliau juga memiliki strategi objektif dan inisiatif cara mencapainya. Karena cara berpikirnya seperti ini beliau disebut sebagai pengusaha yang punya kiat manajemen dalam kondisi kritis.

Baca Juga : 10 Fakta Unik Khabib Nurmagomedov

8. Memiliki 40% Saham PT Carefour

Dalam bidang investasi, salah satu anak perusahaan milik Chairul Tanjung membeli saham  PT Carefour Indonesia sebanyak 40%. Penandatanganan Mou dilakukan pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.

9. Membangun Relasi Salah Satu Kunci Penting Dalam Bisnis.

Masih ingat bagaimana tentang cerita lima belas ribu pertama dari fotokopian? Nah, kuncinya ada pada membangun relasi. Chairul Tanjung sangat piawai dalam membangun relasi mulai dari usaha kecilnya hingga bisa menjadi konglomerasi besar seperti ini.

10. Chairul Tanjung Menduduki Peringkat 18 dari 40 Orang Terkaya di Indonesia.

Dalam kurun waktu 10 tahun, terhitung dari saat mengakuisisi Bank Mega dari Bank Karman tahun 1996 hingga 2006, Chairul Tanjung dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke-18 dari 40 orang versi majalah Forbes. Karena kekayaannya saat itu mencapai 310 juta dollar Amerika Serikat atau setara dengan lebih dari 2,8 trilliun.

Sedangkan pada tahun 2014 nama Chairul Tanjung berada di peringkat 375 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan kekayaan sebesar 4 milliar dollar Amerika Serikat.

Wah, fakta yang menarik dan menginspirasi sekali. Kata siapa sukses hanya milik orang-orang kaya. Chairul Tanjung telah menjadi buktinya. Ayo buat jalan suksesmu sendiri!

4 Comments

Leave a comment