Dahulu gaya penampilan dengan busana muslim belum setrendi zaman sekarang. Saat itu pilihan model atau gaya busana muslim masih sangat terbatas dan cenderung itu-itu saja. Semua mulai berubah semenjak Dian Wahyu Utami mengguncang dunia bisnis busana muslim di Indonesia.

Dian hadir dengan inovasinya sendiri. Sebagai seorang desainer, Dian ingin membuat pakaian busana muslim yang bisa dikenakan di momen yang beragam oleh generasi muda. Sehingga yang memakai bisa berpenampilan modis, tapi tetap sesuai dengan syariat Islam. Dian adalah sosok penting di balik berkembangnya brand Dian Pelangi. Sekarang dia pun dikenal dengan nama yang serupa dengan nama brand-nya.

Bagaimana kisah Dian Pelangi membangun usahanya hingga bisa menjadi seperti sekarang? Berikut videonya dan selamat menyaksikan

Wirausaha Fashion Designer Dian Pelangi

Life is like Camera, FOCUS on what important, CAPTURE the good times, DEVELOP from the negativities, Love the result. And if you don’t like the result. LEAVE it and take another SHOT.

DIAN PELANGI

1. Mengenakan Hijab Sejak Kecil

Perempuan kelahiran Palembang ini sudah mengenakan hijab sejak masih duduk di bangku SD. Hal ini merupakan ajaran orang tuanya. Yang mana saat itu sudah membangun usaha busana muslim yang diberi nama Dian Pelangi.

Hijab sudah menjadi kewajiban bagi Dian. Apalagi tamat dari SD, dia mengenyam pendidikan pesantren. Namun, Dian diam-diam menyimpan keinginan untuk melepas hijabnya. Hal itu baru dia lakukan ketika bersekolah di SMK 1 Pekalongan.

Orang tuanya sedih melihat perubahan Dian. Karena tak tega, Dian pun mengambil hijab dan kembali mengenakannya. Di SMK 1 Pekalongan, Dian mengambil jurusan Tata Busana. Jurusan yang dia pilih karena mengikuti keinginan orang tuanya. Pilihan yang kelak sangat berguna bagi karier-nya. Lulus masa putih abu-abu, Dian melanjutkan pendidikan di sekolah mode ESMOD di Jakarta.

2. Bisnis Warisan Keluarga

Lulus dari sekolah mode ESMOD dengan nilai yang memuaskan, Dian segera mengambil peran di butik milik orang tuanya. Saat itu Dian Pelangi sudah mempunyai toko di wilayah Jakarta dan Pekalongan.

Orang tuanya memberi Dian kepercayaan untuk mengurus butik yang berada di Jakarta. Sendiri dan bebas berekspresi. Di sanalah Dian menyalurkan apa yang dia sudah pelajari selama sekolah. Dian merancang sendiri busana yang menurutnya menarik dan nantinya akan disukai oleh banyak orang.

3. Mindset tentang Busana Muslim

Langkah pertama yang dilakukan Dian adalah mengubah mindset atau pola pikir masyarakat. Sebagai muslimah yang mengenakan jilbab dari sejak kecil, Dian merasa terganggu dengan pandangan masyarakat yang menilai busana muslim itu kuno dan terkesan begitu-begitu saja.

Dian ingin memerangi pandangan itu dengan menciptakan desain-desain yang modern. Dengan pemikiran bahwa busana muslimah itu tetap bisa tampil keren. Sesuai namanya yaitu Pelangi, Dian membuat busana muslim dengan warna yang beragam.

Ini kemudian menjadi ciri khas dari brand Dian Pelangi. Setidaknya untuk satu busana muslim akan ada tiga sampai empat warna. Dian memadukannya dengan jumputan yang motifnya terus dimodifikasi. Di masa-masa awal mengembangkan brand Dian Pelangi, strategi yang digunakan sangat umum yaitu ATM (amati, tiru, modifikasi).

4. Dian Pelangi Mendunia

Usaha Dian tidak sia-sia, pada tahun 2009 dia mengikuti pameran busana di Melbourne, Australia. Pencapaian itu diraihnya ketika usianya baru menginjak 18 tahun. Pada tahun yang sama Dian juga tampil di Jakarta Fashion Week. Dia menjadi peserta termuda.

Setahun kemudian, karya Dian diperkenalkan pada ajang Indonesia Fashion Week, yang mana terus jadi langganan hingga tahun ini. Tahun 2019 ini, Dian Pelangi mengambil hutan Kalimantan sebagai inspirasi utama desain bajunya. Belantara hutan di Kalimantan diterjemahkan dalam balutan busana bernuansa hijau tua dan hitam.

Busana rancangannya juga sudah dipakai oleh model di Abu Dhabi, Jerman, hingga Amerika Serikat. Tak hanya produk, dunia juga mengakui inovasi Dian di dunia kreatif. Pada 2014, Dian menjadi pembicara diskusi Faith and Fashion di London College of Fashion, University of the Arts London.

Luar biasa mengagumkan ya, Sobat Ngobi.

5. Produk-produk Dian Pelangi

Seiring berkembangnya media sosial, Dian Pelangi mulai menjadi role model bagi banyak hijaber di Indonesia. Ini merupakan bagian dari strategi. Dian selalu berusaha tampil maksimal dan mengerahkan yang terbaik dalam setiap penampilannya.

Saat dia menjadi role model, brand Dian Pelangi pun tumbuh dengan pesat di masyarakat. Dian mulai memiliki sejumlah produk. Label Dian Pelangi untuk kelas premium dan Gallery Dian Pelangi khusus busana ibu-ibu. Label Dion Men untuk pakaian laki-laki, Dinda Pelangi khusus buat anak-anak.

Ada lagi Dian Pelangi Bridal untuk pakaian pengantin, Dian Hajj untuk para calon jamaah haji dan umrah. Sedangkan DP by Dian merupakan produk massal untuk kelas menengah ke bawah.

6. Sumber Inspirasi Desain

Mungkin Anda Sobat Ngobi bertanya-tanya, dari mana Dian Pelangi mendapatkan ide setiap kali menciptakan desain busana muslim? Selain  menggunakan formula ATM (amati, tiru, modifikasi), Dian kerap menerima wangsit atau inspirasi saat dia hendak mau tidur.

Di lain waktu, ide desain juga hadir dari browsing di internet atau jalan-jalan. Untuk yang terakhir, traveling sangat membantu Dian Pelangi dalam menemukan inspirasi desain terbaru. Misalnya saat Dian pergi ke Kairo, Mesir di sana dia melihat banyak gaya busana yang agak lusuh. Dia kemudian terinspirasi menciptakan hal yang mirip dengan itu.

7. Masuk Dua Kategori Forbes 30 Under 30 Asia

Pada usia 27 tahun, Dian Pelangi masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia 2018 yang dirilis oleh majalah Forbes. Daftar ini merupakan nama pemuda di bawah 30 tahun yang memiliki potensi besar di masa depan, terutama menjadi pengusaha dan inovator di bidangnya.

Ada sepuluh kategori, Dian Pelangi masuk dalam dua kategori sekaligus yaitu The Arts dan Celebrities. The Arts berisi nama pemuda yang berhasil menciptakan gebrakan baru dalam dunia kuliner, seni, hingga kecantikan. Sedangkan kategori Celebrities adalah mereka yang bisa memberi pengaruh positif kepada para penggemar melalui karya dan eksistensinya.

Inovasi Dian di dunia fashion sudah terbukti. 10 tahun menjadi creative director banyak event bertaraf internasional telah diikutinya sambil mempromosikan keindahan busana asli Indonesia.

Di Instagram, pengikut Dian Pelangi telah mencapai 5 juta orang, dia kerap mengajak sesama wanita agar lebih berani dan percaya diri dengan apa yang dikenakan. Wajar jika dia menjadi idola kaum hawa berkat inspirasinya.

8. Penulis Buku dan Founder Hijaber Community

Dian Pelangi sejauh ini sudah menulis dua buku. Buku pertama berjudul Hijab Street Style. Di buku ini Dian mengulas gaya berhijab sehari-hari para muslimah di kota-kota besar di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Tujuannya adalah untuk menginspirasi para muslimah perihal gaya busana.

Buku kedua berbicara lebih banyak mengenai sosoknya sebagai seorang hijaber yang menginspirasi para hijaber di tanah air dan mancanegara. Buku ini berjudul Brain Beauty Belief: Pandungan Menjadi Muslimah yang Cerdik, Cantik, dan Baik.

Di buku ini Dian membagi kiat, rahasia, semangat, ide, dan passion agar setiap muslimah mampu menjadi inspirasi di mana pun dan dalam posisi apa pun. Di luar isi buku-bukunya, Dian Pelangi juga aktif dalam kegiatan sosial di komunitas yang dia dirikan: Hijaber Community. Sebuah komunitas muslimah muda yang aktif berbagi tips untuk belajar berhijab dan memperdalam Islam.

9. Tips Sukses dengan 4P

Dian Pelangi punya empat kiat sukses yang perlu Sobat Ngobi ketahui. 4P yang sudah dibuktikan sendiri olehnya. P yang pertama adalah passion. Berkaitan dengan P yang kedua yaitu pray. Passion sebagai dorongan untuk bekerja keras dan pray sebagai doa untuk memuluskan jalan.

Yang tidak kalah penting adalah P ketia. Persistent alias gigih, dalam menjalankan sebuah jatuh bangun adalah hal yang biasa. Tidak ada yang akan selalu mulus. Di sinilah gunanya persistent itu tadi. Begitu jatuh, tahu caranya bangun lagi.

Kemudian yang terakhir adalah personality atau kepribadian yang baik. Sehingga bukan hanya mempersembahkan karya, tapi juga mampu memberikan inspirasi kepada banyak orang.

10. Membuat Desain Baju Sendiri dari Kecil

Terakhir, dari Dian Pelangi, atas semua pencapain hari ini semata-mata berkat didikan orang tuanya, yang memang mendekatkannya dengan dunia desainer sejak kecil. Dari butik Dian Pelangi, Dian belajar untuk membuat baju, bermain dengan pembatik, penjahit, hingga melayani tamu di butik.

Sampai tiba di satu titik ibunya tidak memperbolehkan Dian membeli pakaian baru. Kalau Dian ingin pakaian baru, artinya dia harus menggambar sendiri baju yang dia inginkan. Selanjutnya gambar itu akan dijahit oleh tukang jahit di butik milik orang tuanya. Dari hal itu, ibunya mendidik Dian untuk mengenal dunia fashion design.

Dan ini yang terjadi sekarang: Dian tumbuh bersama Dian Pelangi.

9 Comments

Leave a comment