Jika harus menyematkan gelar “Bukan Dokter Biasa”, bisa dipastikan salah satunya jatuh kepada Gamal Albinsaid. Bagaimana tidak? Inovasinya menggerakkan asuransi sampah membuatnya menjadi pemuda pertama di dunia yang mendapat penghargaan kehormatan dari Kerajaan Inggris, yang diserahkan secara langsung oleh Pangeran Charles. Bagi Gamal, sampah tak hanya membawa berkah untuk dirinya sendiri, tapi juga masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian lebih di bidang kesehatan. Melalui asuransi sampah, Gamal mampu menyelesaikan dua permasalahan dalam sekali jalan, yaitu sampah dan kesehatan. Selain menjadi dokter, Gamal mengabdikan ilmunya dengan menjadi seorang wirausaha sosial dengan mengutamakan kepentingan kemanusiaan daripada keuntungan semata.

Jadi inilah beberapa Fakta Unik Gamal Albinsaid yang bisa dijadikan Inspirasi.

Dalam bisnis bukan hanya soal untung dan rugi, tapi disana ada pahala dan dosa, ada berkah dan musibah, ada surga dan neraka.

GAMAL ALBINSAID

1. Kerja Keras Demi Hadiah

Jika ditarik ke masa lalu, ternyata kehidupan masa kecil Gamal sudah berhubungan dengan urusan mengumpulkan sampah. Hal ini berasal dari pola asuh kedua orangtua Gamal yang menerapkan prinsip delaying gratification atau menunda kesenangan. Sang ayah, Saleh Arofan Albinsaid menantang anak-anaknya untuk melakukan sesuatu dan sanggup bertahan dalam situasi yang tidak nyaman. Tak heran jika Gamal kecil rela bersepeda berkeliling kompleks rumahnya setiap hari untuk mengumpulkan sampah, demi hadiah yang ia inginkan seperti buku atau playstation.

2. Prestasi Akademik

Prestasi akademik Gamal bisa dikatakan cukup menonjol. Saat SMA, ia mengikuti program akselerasi atau percepatan pendidikan selama dua tahun sebelum akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Saat mengetahui hal ini, ayahnya merasa sangat senang sebab secara tidak langsung, Gamal mewujudkan cita-cita kecil ayahnya untuk menjadi seorang dokter.

Tak berhenti di situ, Gamal melanjutkan studi masternya di kampus yang sama dan sempat mengikuti Sustainabillity Leadership Cambridge Programme di usianya yang ke 25.

3. Sampah Membawa Berkah

Saat berada di bangku kuliah, Gamal mengamati seorang dosen pembimbingnya yang menjadikan sampah sebagai sarana pembayaran periksa. Terinspirasi dari hal ini, Gamal dan ketujuh temannya berinovasi dan mengembangkannya menjadi sebuah sistem asuransi sampah. Inilah cikal bakal Garbage Clinical Insurance atau Klinik Asuransi Sampah yang melambungkan nama Gamal sampai kancah Internasional

4. Solusi Dua Masalah dengan Klinik Asuransi Sampah

Selain karena pengembangan inovasinya di masa kuliah, ternyata Klinik Asuransi Sampah didasari oleh sebuah kisah nyata yang begitu menyayat hati Gamal. Pada 5 Juni 2015 lalu, Gamal menyaksikan seorang balita bernama Khaerunissa meninggal dunia di gerobak sampah milik ayahnya. Khaerunissa meninggal akibat diare berkelanjutan yang dideritanya dan sang ayah tak bisa membawanya berobat karena keterbatasan biaya.

Apa yang menimpa Khaerunissa ini menjadi sebuah pukulan untuk Gamal sebab di era yang sudah cukup maju ini, masih saja ada sekat di antara masyarakat dengan status ekonomi yang rendah dengan pelayanan kesehatan. Sekat inilah yang ingin Gamal hilangkan dengan mengembangkan program Klinik Asuransi Sampah (GCI).

Gerakan Gamal dengan KAS inilah yang menjadikannya sorotan publik nasional dan internasional. Gamal dianggap mampu memberi solusi terhadap dua masalah krusial di dunia ini yaitu sampah dan kesehatan. Dengan diberlakukannya premi sampah, Gamal dapat mengatasi persoalan sampah perkotaan dengan mengumpulkan sampah tersebut dan digantikan dengan dana kesehatan dan secara tidak langsung telah mengedukasi masyarakat untuk membuat sampah berguna bagi kesehatan.

Sebuah solusi yang inspiratif ya Sobat Ngobi, dimana beberapa orang menganggap satu hal yang sudah tidak berguna, tapi di tempat lain satu hal tersebut justru menjadi perantara penolong untuk kehidupan mereka.

5. Lebih Besar bersama Indonesia Medika

Pada tahun 2010, Klinik Asuransi Sampah masih dijalankan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan hanya mampu bertahan selama 6 bulan. Gamal menitipkan program tersebut pada adik tingkatnya untuk diteruskan namun tak berjalan sesuai rencana.

Pada tahun 2012 saat Gamal sudah memiliki dana sendiri, Gamal memutuskan untuk melanjutkan program KAS dengan mendirikan perusahaan sendiri bernama Indonesia Medika. Melalui Indonesia Medika, Gamal mengajak masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam Klinik Asuransi Sampah.

Hanya dengan sampah senilai 10 ribu rupiah yang disetorkan setiap bulan, masyarakat dapat ikut menikmati berbagai fasilitas kesehatan. Sampah yang terkumpul diolah kembali menjadi dana sehat yang digunakan untuk pelayanan kesehatan meliputi peningkatan kesehatan, mencegah sakit, mengobati, rehabilitasi/recovery, sehingga dalam keadaan tidak sakit pun, masyarakat tetap akan mendapat pelayanan berupa peningkatan kesehatan.

Melalui Indonesia Medika pula, Gamal membuat modul asuransi sampah terbuka dimana masyarakat di kota lain dapat membuat gerakan yang sama dengan sentuhan kearifan lokal atau kebijakan kota masing-masing. Dalam hal ini, Gamal mendapat bantuan dari seorang dosen Cambridge Institute for Sustainabillity Leadership untuk membuat profil dan manual book agar program KAS bisa dikembangkan di tempat lain.

6. Mobil Showroom Angkut Sampah

Ada satu kisah lucu saat awal program KAS berjalan nih Sobat Ngobi. Ayah Gamal adalah seorang pengusaha jual beli mobil dan memiliki sejumlah showroom di Kota Malang. Hal inilah yang menyebabkan Gamal memiliki jiwa kewirausahaan dan menjalankan Indonesia Medika layaknya sebuah perusahaan. Saat masih kuliah, Gamal sering terlihat mengangkut sampah menggunakan mobil yang sangat bagus dan mewah. Mobil tersebut adalah mobil yang sedang dijual di showroom milik ayahnya namun harus berakhis kotor dan bau setiap hari untuk mengangkut sampah. Awalnya, keluarga terkejut dengan tindakan Gamal, namun setelah mendirikan Indonesia Medika, semua anggota keluarga mendukung dan memberikan mobil operasional showroom untuk membantu menjalankan program Klinik Asuransi Sampah.

7. Dokter Wirausaha Sosial

Seiring berjalannya waktu, Indonesia Medika melakukan inovasi melalui siapapeduli.id dan homedika.com. Siapapeduli.id menjadi platform penggalangan dana pembiayaan kesehatan yang memanfaatkan media sosial dan relawan. Indonesia Medika bertanggung jawab dalam setiap kegiatan hingga memeriksa ulang calon penerima dana bantuan agar tersalurkan kepada orang yang tepat. Sementara homedika.com adalah sebuah aplikasi yang menghubungkan tenaga kesehatan dan masyarakat untuk memberikan layanan kesehatan. Melalui aplikasi ini, pasien mendapat penanganan yang cepat bahkan bisa ditangani langsung di rumah.

Bagi Gamal, menjalankan wirusaha saja tidak cukup untuk menyelesaikan beberapa masalah di Indonesia. Ada satu peran lain yaitu wirausaha sosial yang tidak hanya berfokus pada keuntungan, namun ikut memikirkan penyelesaian masalah yang ada. “Indonesia Medika menjaga prinsip kewirausahaan sosial. Bagaimana setiap inovasi baru menghasilkan uang. Tapi bagaimana inovasi juga memberi manfaat untuk orang lain.” Kata Gamal.

8. Kebanggaan Jadi Pemuda Pertama di Dunia

Atas ide inspiratifnya dengan Klinik Asuransi Sampah ini, Gamal tercatat menjadi pemuda pertama di dunia yang mendapatkan penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner yang diberikan secara langsung oleh Pangeran Charles pada tahun 2014. Di tahun sebelumnya, Gamal mendapat penghargaan dari Asoka, salah satu lembaga social entrepreneur di Inggris sebagai pemuda perubahan tahun 2013. Gamal tak hanya menjadi pembicaraan warga dunia, tapi juga ikut mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi yang membanggakan. 

9. Diapresiasi Tokoh Dunia

Tak hanya Pangeran Charles, prestasi Gamal pun ikut diapresiasi tokoh-tokoh dunia seperti Kristen Bauer, Wakil Duta Besar Amerika untuk Indonesia,  Greg Moriarty, Duta Besar Australia, serta Presiden Rusia, Vladimir Putin. Bahkan Gamal sempat dua kali diundang makan malam bersama Pangeran Charles dan minum teh bersama Vladimir Putin.

Dalam kesempatan tersebut Gamal mendapat apresiasi atas ide inspiratifnya yang dapat menyelesaikan dua masalah sekaligus, serta obrolan hangat yang tak lepas dari nasihat dan motivasi untuk terus bergerak membantu masyarakat.

Satu kesempatan yang luar biasa ya Sobat Ngobi.

10. Mengabdi untuk Negeri

Terus bergerak dengan Indonesia Medika, Gamal pun bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Atas kerjasama ini, telah diberikan BPJS Kesehatan kepada 100 peserta asuransi sampah. Indonesia Medika melakukan proses seleksi dan mengutamakan peserta yang benar-benar membutuhkan sehingga peserta asuransi dapat mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit.

BONUS FAKTA

11. Konsisten Ikhlas

Bagi Gamal dan Indonesia Medika, menjaga konsistensi visi dan misi adalah sebuah tantangan yang cukup besar. Pasalnya Gamal menginginkan program ini berjalan hingga 10 atau 20 tahun ke depan. Gamal tak ingin merasa puas hanya dengan penghargaan atau keberhasilan yang dicapainya saat ini. Namun lebih kepada istiqomah dengan rencana yang ada.

“Banyak di antara kita memulai pekerjaan dengan niat yang ikhlas, namun tidak banyak di antara kita yang bertahan dengan keikhlasannya,” adalah salah satu kalimat yang terus Gamal jaga. Gamal sering berdoa agar diberikan keikhlasan hati dan konsistensi untuk bisa membawa kebaikan yang ia lakukan dan memberi manfaat di dunia dan di akhirat kelak.

PENUTUP

Perjalanan Gamal adalah salah satu kisah inspiratif pengusaha muda Indonesia yang patut dijadikan contoh dan diteladani, khususnya bagi generari muda Indonesia. Gamal tak hanya mengajarkan tentang sebuah perjalanan wirausaha, namun bagaimana wirausaha dijalankan beriringan dengan kerja sosial yang memberi dampak dan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Penyelesaian masalah secara nyata pun dilakukan dengan menyentuh masalah paling mendasar di negeri ini, yaitu sampah dan kesehatan. Berkat ide Gamal, sampah diubah jadi berkah.

Untuk pertanyaan hari ini, Jika memiliki kesempatan untuk melakukan wirausaha sosial, kira-kira Sobat Ngobi akan berinovasi di bidang apa ya? silahkan jawab dikolom komentar dibawah ya.

Leave a comment