Apakah anda sedang mencari cara agar bisa jualan makanan yang laris dan mendatangkan untung yang besar?  Kabar baiknya anda akan mendapatkan cara jitu untuk mengoptimasi penjualan dalam tulisan ini.  

Lebih bijak sebelum anda jualan makanan, anda memikirkan produk makanan yang  mampu bertahan lama. Khususnya dalam pandemi saat ini, penting untuk mempertimbangkan terobasan produk makanan resikonya tidak terlalu tinggi dan dapat dikendalikan.   

Tidak semua orang memiliki modal yang cukup besar dalam memulai usaha. Produk makanan tergolong produk yang resikonya cukup tinggi apabila tidak langsung habis seperti kadaluarsa, cepat basi, rusak, jamuran dan sebagainya.

Pertimbangan selanjutnya, anda harus menganalisis daya beli konsumen sebelum jualan makanan. Kenapa? Karena dengan mengetahui daya beli konsumen, anda dapat memprediksi perkiraan keuntungan yang akan diperoleh, Sob.

Sebagai seorang pebisnis, tentu saja anda tidak ingin bertindak spekulatif tanpa dasar data yang valid kan, Sob. Tindakan spekulatif cenderung bersifat perkiraan optimis tanpa data yang lengkap.

Agar bisnis makanan anda diterima dan diserap pasar lebih besar, berikut ini tujuh cara jualan makanan laris dan untung besar dengan resiko yang dapat dikendalikan.

1. Menentukan Target Konsumen

Ibarat anda sedang dalam peperangan dan membawa pistol, maka anda sudah harus tahu siapa yang menjadi target misi anda. Cara jualan makanan laris juga demikian, Sob. Anda tentunya memiliki modal yang terbatas. Sejak awal anda harus tahu siapa target konsumen anda dengan jelas.

Setelah tahu target konsumennya, anda lebih lincah dan tajam dalam membidiknya. Dengan modal yang terbatas pun anda lebih mudah memperoleh penjualan laris dan untung besar. Itu karena anda fokus dan selalu memperbaiki kualitas produk dan layanan dengan alokasi biaya yang sesuai untuk mencapai kepuasan target konsumen.

2. Melakukan Tes Pasar

Sangat beresiko ketika anda terlalu optimis menjual produk makanan tanpa melakukan tes pasar. Apalagi jika anda tidak melakukan tes pasar secara khusus sesuai target konsumen anda. Seakan-akan anda sedang mempersiapkan kegagalan dari awal. Ini bisa menjadi bom waktu yang berdampak pada kebangkrutan karena produk tidak terserap oleh pasar.

Dengan melakukan tes pasar, minimal anda akan memperoleh saran dari target konsumen anda. Saran itu biasanya terkait selera, kualitas, dan harga. Dengan cara ini, jualan makanan pun menjadi lebih tepat sasaran untuk mencapai kepuasan konsumen, Sob. Apabila konsumen puas, jualan makanan laris dan untung besar pun bisa menjadi kenyataan.

3. Memperoleh Social Validation

Saran dari target konsumen yang anda tampung bagaikan emas yang siap diolah menjadi keuntungan. Berbagai saran yang ditampung harus anda pertimbangkan untuk memperbaiki kualitas produk makanan anda.

Setelah melalui perbaikan sesuai saran konsumen, anda bisa meminta tanggapan positif dari mereka. Inilah suatu pengakuan sosial (social validation) yang harus anda peroleh. Dengan cara ini, calon konsumen lain lebih percaya untuk mencoba dan bahkan menjadi pelanggan loyal terhadap produk anda. Jualan makanan laris dan untung besar lebih mungkin terealisasikan.

4. Menentukan Strategi Penjualan

Produk makanan anda sudah diakui namun tidak berhenti sampai di sini. Anda harus menentukan strategi penjualan. Apakah akan dijual secara online atau offline. Tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan anda baik dari segi sumber daya manusia dan efektifitasnya.

Setiap cara jualan makanan baik online atau offline memiliki perlakuan yang berbeda. Semua melalui tahapan-tahapan yang menuntut konsistensi tinggi. Apabila anda ingin memasarkan produk di sekitar lingkungan tempat tinggal anda, maka strategi jualan makanan secara offline lebih diprioritaskan. Misalkan kapasitas anda semakin besar, maka melengkapinya dengan strategi jualan online sangat dianjurkan.

Baca Juga : 7 Peluang Usaha Bagi Pecinta Kuliner

5. Merancang Mitra Penjualan

Anda mungkin bisa berjualan secara langsung kepada konsumen akhir (end user) dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Namun apabila anda ingin bisnis anda besar, maka anda harus merancang mitra penjualan dan membagi keuntungan kepada mereka.

Mitra bisnis biasanya terbagi menjadi tiga pihak yakni distributor, reseller, dan dropshipper. Setiap pihak harus mendapatkan alokasi keuntungan yang layak sehingga mereka berminat memasarkan produk anda, Sob. Walapun keuntungan anda lebih kecil, namun kapasitas jualan makanan anda semakin besar.

6. Menentukan Target Penjualan

Setiap bisnis membutuhkan pencapaian untuk berkembang. Pencapaian ini berawal dari target penjualan yang anda tentukan, Sob. Adanya target menjadi tolak ukur kinerja produk dan penjualan yang diserap oleh pasar.

Anda bisa membagi target tunggal dengan jumlah distributor yang dimiliki. Kemudian, target distributor dibagi lagi dengan jumlah reseller yang ditangani oleh distributor. Yang pasti, target penjualan harus disesuaikan dengan kemampuan realistis tiap mitra penjualan, Sob.

7. Memberikan Reward untuk Mitra Penjualan

Hargailah kinerja dan pencapaian mitra anda dengan reward. Pemberian reward juga harus memiliki indikator-indikator tertentu. Misalnya dengan mencapai target 100% dan dengan jumlah transaksi dan peningkatan jumlah pelanggan, mitra penjualan anda mendapatkan insentif dengan jumlah tertentu atau bonus produk dengan kuantitas tertentu.

Harapan dari pemberian reward adalah untuk meningkatkan kinerja penjualan dari mitra anda. Cara ini juga sudah digunakan oleh perusahaan besar untuk meningkatkan loyalitas mitra sehingga target penjualan tercapai.

Demikianlah tujuh cara jualan makanan berpotensi sukses jangka panjang yang diharapkan mampu meningkatkan penjualan anda. Komitmen dan konsistensi untuk terus memperbaiki produk  menjadi pendongkrak bisnis anda untuk berkembang. Semoga tujuh cara ini mampu memberikan anda wawasan untuk memulai bisnis makanan. Selamat mencoba!

11 Comments

Leave a comment