Halo Sobat Ngobi! Yang sedang duduk di bangku SMA pasti sekarang lagi banyak mikir, nih. Habis lulus mau kemana, ya? Atau mikir bagaimana ya cara memilih jurusan kuliah menjadi pengusaha seperti Steve Jobs?

Memikirkan cara memilih jurusan kuliah bisa jadi lumayan memusingkan, lho. Apalagi kamu ingin memilih jurusan kuliah menjadi pengusaha yang sukses. Sebagian siswa putih abu-abu alias SMA dan SMK pasti sudah tahu dan memilih jurusan kuliah apa yang diinginkan ketika lulus nanti.

Tapi banyak juga loh, Sob, yang masih beralih dari satu pilihan jurusan kuliah ke pilihan jurusan yang lain. Mereka masih bingung memilih jurusan. Sayang banget kan kalau kita salah memilih jurusan kuliah. Jadinya kita menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk sesuatu yang berat dan tentu hasilnya tidak akan memuaskan diri sendiri dan orang tua.

Di kesempatan kali ini, kita akan mengulas apa saja ya yang perlu dipertimbangkan untuk memilih jurusan kuliah terbaik untuk diri sendiri.

Yuk, kita bahas satu per satu agar lebih mudah memilih jurusan terbaik untuk menjadi pengusaha sukses!

Bagaimana Cara Memilih Jurusan Kuliah Menjadi Pengusaha?

Ngomongin jurusan kuliah dan menjadi pengusaha memang butuh waktu tersendiri untuk merenung bagi sebagian siswa, Sob. Namun, tidak sedikit lho, Sob, yang memilih jurusan kuliah karena ngikut-ngikut teman sekelas saja. Padahal, kultur belajar di perkuliahan beda banget dengan sekolah.

Beneran, deh, Sobat Ngobi harus memilih jurusan kuliah yang memang sesuai bakat, kepribadian, dan passion agar tidak mudah jenuh ketika kuliah.

Nah, agar Sobat Ngobi lebih mudah memilih jurusan kuliah terbaik untuk menjadi pengusaha dan sesuai potensi diri, yuk simak sampai tuntas penjelasannya di bawah ini!

1. Cara Memilih Jurusan Kuliah Menjadi Pengusaha Sesuai Kemampuan Terbaik

Menilai kemampuan diri sendiri memang gampang – gampang susah ya, Sob. Tapi setidaknya kita bisa tahu dari sebaik apa kita mengerjakan dan seperti apa respon dari orang lain, terutama guru, terkait tugas yang diberikan.

Misalnya nih, Sob, ketika guru kita menyuruh kita berpidato di depan umum, rasanya keringat dingin dan kaki bergetar. Kita merasa bicara di depan umum, seperti jadi pembaca berita, atau reporter itu bukan pekerjaan yang kita harapkan.

Tentu keputusan mengambil jurusan kuliah komunikasi bisa jadi tidak relevan dengan diri kita. Bukan berarti tidak boleh ya, tapi mengambil jurusan yang kita sudah punya dasarnya tentu akan lebih mudah dan menyenangkan.

Sebaliknya, misalnya ketika ada tugas untuk membuat rangkaian seri dan paralel, kita bisa mengerjakan dengan mudah dan nilai kita bagus. Hal-hal yang berurusan dengan kelistrikan terasa lebih mudah untuk dikerjakan seperti Elon Musk I Tesla. Bisa jadi, jurusan Teknik elektro akan pas dengan kita Ketika kuliah nantinya.

Contoh di atas membuktikan kalau sebenarnya kecerdasan dan kecenderungan kecerdasan setiap orang itu beda-beda, lho. Nah, menurut konsep kepribadian BRAIN, contoh-contoh di atas sebagai bentuk kecerdasan dominan di bagian otak tertentu.

Kalau kita banyak kelebihan dan kekurangan bagaimana, ya? Caranya adalah menuliskan mata pelajaran apa yang kita bisa memahami dan mempraktekkannya.

Buat aja daftar dengan ‘kelebihan’ dan ‘kekurangan’. Pelajaran yang relatif mudah dimasukkan ke tabel kelebihan. Sedangkan pelajaran yang memusingkan dan bikin jam terasa lama banget dimasukkan ke daftar kekurangan.

Dengan begini, Sobat Ngobi bisa memilah pilihan jurusan dengan lebih spesifik dan tentunya lebih optimis dengan pilihannya.

2. Milih Jurusan Kuliah Sesuai Ketertarikan (Passion)

Semua orang pasti ,dong , punya sesuatu yang disenangi. Hobi memang selalu menyenangkan untuk dilakukan. Buat yang belum yakin nantinya mau memilih jurusan di kampus terbaik, coba deh Sobat Ngobi menuliskan daftar hal-hal yang disukai. Tulis aja saja yang menarik dilakukan di dalam dan di luar kelas.

Misalnya, jika Sobat Ngobi menyukai seni dan menggambar, tetapi juga tertarik dengan teknologi, bisa mempertimbangkan jurusan desain komunikasi visual sebagai pilihan jurusan kuliah terbaik. Begitu juga kalau kita suka menulis, membaca novel, atau pun curhat dengan merangkai kata. Pilihan jurusan bahasa dan sastra bisa menjadi jurusan yang cocok untuk dijalani.

Steve Jobs, seorang pendiri Pixar dan juga Apple, memberikan motivasi yang sangat bagus. Dia berpesan

The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it, keep looking. Don’t settle.

STEVE JOBS

Artinya satu-satunya cara untuk mendapat hasil terbaik adalah dengan menyukai apa yang anda kerjakan. Jadi jika belum menemukan apa yang kita suka, teruslah mencari.

Jadi, sebelum memutuskan jurusan, pastikan Sobat Ngobi sudah tahu kesukaannya, ya.

3. Pilih Jurusan Kuliah Berdasarkan Kepribadian

Setiap orang itu sebenarnya unik. Sobat Ngobi pun tentu punya kepribadian yang lain daripada orang lain. Ada yang suka bicara, ada yang lebih sering mendengarkan, ada yang mikir keras, ada juga yang suka baper.

Terkait dengan pilihan jurusan kuliah, kita bisa menilai kepribadian kita sesuai dengan kepribadian kita.

Konsep kepribadian BRAIN ( Balancer, Reformer, Aventurer, dan Negotiator) mengelompokkan seseorang menggunakan lima kecerdasan dominan otak dengan 9 tipe kepribadian yang memiliki kecenderungan yang berbeda.

Pengelompokkan kesembilan kecenderungan tersebut berdasarkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, bagaimana memproses informasi, bagaimana mengambil keputusan, serta bagaimana seseorang menilai segala hal berdasarkan aturan yang ada.

Dengan konsep kepribadian BRAIN seseorang bisa cenderung ekstovert atau introvert, sensing atau intuiting, thinking atau feeling, dan judging atau perceiving.

Misalnya, orang yang ekstrovert akan bersemangat menghabiskan waktunya bersama orang lain dan mengikuti berbagai kegiatan. Sebaliknya, orang yang introvert lebih suka bekerja sendirian karena dia sering memikirkan hal-hal dipikiran dia sendiri.

Kalau orang ekstrovert suka mengungkapkan apa yang diketahuinya kepada orang banyak, orang introvert akan lebih sering berpikir dalam diam.

Dalam memilih jurusan, orang yang ekstrovert, punya kemampuan memahami ekspresi orang lain, peka terhadap perasaan, dan mudah menyesuaikan dengan situasi tentu lebih cocok menjadi seorang guru daripada menjadi ahli kimia yang menuntut banyak praktek di laboratorium.

Bagaimana kalua belum tahu kepribadian kita seperti apa? Sobat Ngobi bisa melakukan Tes BRAIN Personalites secara online untuk menilainya.

Dari kombinasi yang ada, akan ada saran-saran bidang yang cocok dengan kepribadian kita. Nah, dari situ, kita bisa mengerucutkan bidang pekerjaan kedalam jurusan yang ingin kita ambil.

4. Milih Jurusan Kuliah Menjadi Pengusaha Sesuai Potensi Karir

Nggak bisa dipungkiri ya, Sob. Faktor cuan bisa jadi hal yang sangat serius. Suka atau pun tidak, sebagian dari kita akan memikirkan kemungkinan bekerja dengan pendapatan yang lebih besar. Orang tua adalah sebagai penyokong biaya pendidikan, juga sering kali memikirkan karir anak mereka, termasuk memikirkan jurusan kuliah terbaik untuk anak.

Tidak ada seorang pun, terutama orang tua, yang ingin masa depannya mengalami kesulitan finansial. Ketersediaan lowongan pekerjaan di masa depan, potensi gaji yang diperoleh ketika bekerja, dan kemungkinan segera memperoleh hidup yang mapan jadi pertimbangan besar.

Berdasarkan College Salary Report tahun 2020, jurusan yang memiliki potensi gaji tertinggi adalah jurusan yang berkaitan dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic), alias pekerjaan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sains, teknologi, permesinan, dan matematika.

Seperti jurusan di bidang bisnis, teknik, arsitektur, dan teknologi. Tapi bukan berarti jurusan selain itu nggak bagus, Sob. Jurusan pendidikan, seni, atau pengetahuan sosial juga bisa menghasilkan cuan yang banyak, lho. Semua itu tergantung dari kemampuan dari setiap masing-masing orang.

Pada kenyataannya, dunia selalu berubah dan orang bisa berganti karir kapan saja setelah bekerja. Alasannya bisa karena faktor kesehatan, waktu, atau berubahnya pendapat kita akan pekerjaan yang kita jalani.

Banyak kita temui karyawan yang meninggalkan pekerjaannya dan memulai usaha baru yang justru sangat berbeda dari jurusan kuliah mereka.

5. Pilih Jurusan Kuliah Cadangan

Setelah menggunakan pertimbangan kemampuan, ketertarikan (passion), kepribadian, dan potensi karir, tidak ada salahnya kita membuat cadangan jurusan. Jangan sampai kita hanya punya satu pilihan dan tidak mempunyai alternatif.

Kegagalan masuk jurusan yang kita inginkan bisa jadi sangat menyakitkan. Itulah mengapa ketika mendaftarkan diri di sebuah kampus, kita dapat memilih lebih dari satu jurusan. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan melakukan ranking atau pemeringkatan jurusan yang kita inginkan.

Misalnya, jurusan pertama yang yang ingin kita ambil adalah psikologi. Apabila nanti kita tidak bisa masuk ke jurusan tersebut karena berbagai faktor, seperti kuota penuh, kita bisa mengambil pilihan kita di jurusan pendidikan.

Di sisi lain, kamu juga harus terus menjaga semangat agar kelak bisa menjadi pengusaha seperti semangat Jack Ma membangun Alibaba Grup, ya!

Kesimpulan

Sobat Ngobi sekarang sudah tahu bagaimana cara memilih jurusan kuliah menjadi pengusaha yang didalamnya ada nasehat dari Steve Jobs, pendiri perusahaan teknologi Apple.

Selalu pertimbangkan lima cara di atas dan lakukan secara menyeluruh agar Sobat Ngobi berhasil memilih jurusan kuliah yang tepat untuk menjadi seorang pengusaha.

Selamat mencoba, Sob! Semoga berhasil!

Leave a comment