CV (Curriculum Vitae) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah “Daftar Riwayat Hidup” adalah dokumen yang memaparkan gambaran mengenai kualifikasi dan pengalaman dari seseorang. Bagi kita yang sedang mencari pekerjaan, CV merupakan salah satu senjata yang diandalkan untuk dapat memperoleh pekerjaan yang kita inginkan. Semakin menarik CV yang kita buat, semakin besar kemungkinan kita untuk dilirik perekrut dan dipanggil ke tahap seleksi selanjutnya.

Namun Sayang sekali, banyak dari kita sebagai pelamar kerja masih belum memahami konsep dasar penulisan CV dan membuatnya dengan serampangan. Akibatnya, CV kita tidak memikat perekrut karena dianggap tidak kreatif dan tidak menarik. Pada akhirnya, kita mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan karena tidak pernah atau jarang sekali mendapatkan panggilan wawancara kerja.

Nah, bagi para sobat Ngobi yang sedang mencari pekerjaan, berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam membuat CV yang wajib kita sadari sebelum mengirimnya ke perusahaan, beserta solusi yang wajib kalian simak agar dapat membuat CV dengan baik dan efektif sehingga berpeluang mendapatkan pekerjaan yang kita idam-idamkan.

1. CV Terlalu Panjang

Banyak yang belum mengetahui bahwa dalam menyeleksi CV para pelamar, perekrut tidak akan membaca CV secara detail, melainkan hanya terfokus pada poin-poin penting yang relevan dengan kriteria pencarian perusahaan saja. Terlebih lagi dalam sekali rekrutmen, ada puluhan bahkan ratusan CV yang harus dibaca oleh seorang perekrut. Maka dari itu, mereka hanya akan melakukan scanning dalam membaca CV para pelamar. CV yang terlalu panjang cenderung hanya akan diabaikan dan tidak menarik perhatian perekrut. Namun sering kali kita melakukan kesalahan dengan membuat CV yang terlalu panjang sehingga membuat perekrut tidak tertarik dan mengabaikan CV. Hal ini akan menyebabkan kita tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti proses rekrutmen lanjutan yaitu panggilan wawancara kerja dan kehilangan kesempatan mendapatkan posisi yang kita inginkan dalam sebuah perusahaan.

Menurut Billy Boen, CEO GDI Lab (penulis buku Young On Top) panjang ideal sebuah CV adalah satu sampai dua lembar untuk seorang fresh graduate, sedangkan untuk seorang profesional atau yang memiliki pengalaman 5-10 tahun cukup maksimal 3 lembar. Jadi Sobat Ngobi, pastikan kita menuliskan informasi yang berbobot dan sangat relevan dengan posisi pekerjaan yang akan kita lamar. Tulis kelebihan-kelebihan kita di awal CV dan gambarkan secara menarik agar perekrut mampu membaca potensi dan kemampuan kita agar menarik perhatian perekrut dan membuat CV kita lolos seleksi pada tahap selanjutnya.

2. Informasi yang Tidak Relevan

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan para pelamar dalam membuat CV adalah menuliskan informasi-informasi yang kurang relevan dengan lamaran pekerjaan yang dikirimkan. Hal ini biasanya ditemukan pada CV yang dibuat oleh para fresh graduate atau seseorang yang baru pertama kali mengirim lamaran pekerjaan yang telalu bersemangat, sehingga menuliskan banyak informasi yang sebenarnya tidak relevan dengan lamaran pekerjaan yang dituju.

Contoh penulisan informasi yang tidak relevan dalam CV adalah mencantumkan riwatat pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi/pendidikan terakhir yang mana tidak begitu dibutuhkan dan menjadi pertimbangan perekrut. Sebaiknya tuliskan informasi penting yang dibutuhkan perekrut seperti pendidikan terakhir, karakter dan kepribadian, kompetensi/keterampilan, pengalaman dan pencapaian yang pernah kita raih di perusahaan sebelumnya atau pada saat menempuh masa pendidikan. Pastikan hal ini dengan baik karena mencantumkan informasi yang tidak relevan dalam CV dapat mempersulit CV kita untuk lolos dalam tahap seleksi selanjutnya.

3. Tidak Sesuai Realita

Kesalahan ini dianggap menjadi salah satu kesalahan fatal yang dilakukan para pelamar karena dianggap memanipulasi data dengan menuliskan informasi yang tidak sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada. Manipulasi informasi/data dalam CV memiliki dampak yang buruk untuk jangka panjang jika kita diterima pada tahap selanjutnya. Perekrut mungkin saja bisa dikelabuhi dalam tahap pemberkasan, namun tidak pada sesi wawancara kerja. Perekrut akan memberikan kita pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan CV yang kita kirimkan. Apabila kita menuliskan informasi-informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan, kita  akan mengalami kesulitan dalam menjawabnya. Perekrut akan membaca setiap gerak tubuh kita dan menilai setiap informasi yang kita jelaskan melalui jawaban kita untuk mengetahui apakah hal tersebut benar adanya atau hanya dibuat-buat. Maka dari itu, buatlah CV yang sesuai dengan keadaan kita apa adanya agar kita dapat menjawab setiap pertanyaan pada sesi wawancara kerja dengan penuh kepercayaan diri dan memperoleh hasil sebaik mungkin.

Menuliskan informasi yang tidak sesuai dengan realita, tidak hanya akan menyulitkan ktia dalam tahap wawancara kerja, namun yang lebih buruk lagi adalah membuat kesempatan kita mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan begitu kecil.

4. Penataan Pengalaman Kerja

Mencantumkan catatan pengalaman atau pencapaian karir kita memanglah satu hal yang penting karena menjadi pertimbangan perekrut untuk melihat kemampuan kita. Namun satu hal yang sering menjadi kelalaian kita dalam melakukannya adalah menuliskan alur pengalaman kerja dalam CV dengan format maju. Perlu kita sadari sebelumnya ya Sobat Ngobi bahwa penulisan CV tidaklah sama dengan format penulisan cerita dengan alur maju, karena perekrut membutuhkan informasi terbaru dari pengalaman kerja kita.

Menuliskan pengalaman kerja dengan alur maju hanya akan mempersulit perekrut, karena yang menjadi bahan pertimbangan untuk menyeleksi para pelamar adalah pengalaman terbaru, bukan catatan awal pengalaman kerja. Terlebih lagi jika catatan pengalaman yang dicantumkan tidak relevan dengan pekerjaan yang akan kita lamar. Hal ini justru akan membuat perekrut tidak tertarik dengan CV yang kita kirim. Maka alangkah baiknya kita menuliskan catatan pengalaman kerja kita dengan alur mundur, dimulai dari pengalaman kerja terbaru/terakhir sampai ke pengalaman awal/pertama.

Baca Juga : 5 Skill Paling Dibutuhkan Perusahaan yang Jarang Diketahui Orang

5. Bahasa CV

Hal mendasar lainnya yang perlu diingat dari pembuatan CV adalah ia merupakan sebuah dokumen yang sangat formal, di mana CV digunakan untuk melakukan penawaran kualifikasi kita pada suatu perusahaan, atau dalam kata lain, merupakan senjata utama untuk melamar pekerjaan. Namun kerap ditemui bahasa yang digunakan dalam CV merupakan bahasa yang berbelit-belit dan tidak formal. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi perekrut terhadap penilaian CV yang kita kirim dan akan memberi hasil yang kurang baik terhadap seleksi CV kita ke tahap selanjutnya. Sebaiknya gunakan bahasa yang formal dalam pembuatan CV, serta diikuti dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan sesuai kaidahnya agar CV kita tampak manis ketika dibaca dan tentu memiliki nilai lebih di mata perekrut.

6. Format yang Kurang Baik

Ini merupakan salah satu hal krusial yang menentukan apakah CV kalian akan dilirik dan dibaca oleh HRD atau tidak. Format sebuah CV menjadi sesuatu yang benar-benar tidak boleh diabaikan karena kerap kali seseorang membuat CV dengan format yang serampangan tanpa memandang apakah CV tersebut jelas dibaca dan dipandang atau tidak.

Jarang sekali bagi perusahaan memberi patokan atau syarat dalam pembuatan CV, namun yang perlu menjadi perhatian kita adalah di perusahaan apa kita akan mengirimkan CV dan lamaran pekerjaan. Untuk perusahaan konvensional, kita cukup membuat CV dengan format standar. Gunakan jenis huruf standar dan mudah dibaca seperti Times New Rowman, Arial,atau Calibri dan hindari penggunaan jenis huruf custom yang hanya akan membuat perekrut kesulitan membaca CV kita. Selain jenis huruf, ukuran tulisan dan spasi juga memiliki peranan penting. Jadi gunakan format yang rapi dan tentukan poin utama yang harus kita tulis dalam CV kita ya Sobat Ngobi. Sedangkan apabila kita akan melamar pekerjaan pada industri kreatif yang memang sedikit menuntun kreatifitas kita, kita dapat membuat CV dengan format yang out of the box untuk menarik perhatian perekrut. Namun pembuatan CV yang kreatif tetap harus berpegang pada hal-hal mendasar seperti informasi yang ditampilkan relevan, dapat terbaca oleh perekrut dan memudahkan CV kita lolos ke tahap seleksi selanjutnya. Pastikan apa yang akan kita tampilkan sudah tepat sasaran ya Sobat Ngobi.

7. Typo

Typo atau kesalahan penulisan juga merupakan satu hal fatal yang sering dilakukan dalam penulisan CV. Bayangkan apabila tanpa kita sadari, kita salah menulis alamat email atau nomor telepon kontak kita, dan menyebabkan perekrut mengalami kesulitan dalam menghubungi kita. Padahal perekrut akan memberi kabar bahwa kita lolos seleksi dalam tahap wawancara kerja selanjutnya. Jelas ini merupakan sebuah kerugian bagi kita karena kesalahan satu huruf atau angka saja dapat menggagalkan kita dalam mendapatkan posisi atau pekerjaan yang kita idamkan.

Selain itu, perlu kita pahami bahwa perekrut membaca CV kita sebagai gambaran psikologis dari sifat atau karakter diri kita. Typo dalam sebuah CV dapat diartikan sebagai sikap atau sifat yang serampangan, tidak teliti dan terburu-buru dari sang pemilik CV. Tentunya kita tidak ingin dinilai sebagai seseorang yang demikian bahkan sebelum menuju ke sesi interview bukan? Maka dari itu, pastikan CV yang Sobat Ngobi kirimlan sudah diketik dengan baik melalui pemeriksaan ulang.

8. Penggunaan Foto yang Tidak Sesuai

Perlu diingat kembali bahwa CV adalah sebuah dokumen yang bersifat formal dan resmi. Maka dari itu penggunaan foto yang dimuat dalam CV sebaiknya menggunakan foto yang bersifat formal dan resmi. Jangan sampai meremehkan hal kecil ini ya Sobat Ngobi, karena dipastikan CV kita tidak akan lolos jika kita menggunakan foto yang sembarangan, apalagi CV yang dikirimkan untuk perusahaan konvensional dan besar. Standar foto formal adalah menggunakan pakaian formal seperi kemeja dengan atau tanpa dasi yang bisa dipadukan dengan jas atau tidak, serta menggunakan latar belakang merah atau biru.

9. Satu CV Untuk Semua Lamaran

Perlu diingat bahwa setiap perusahaan memiliki kualifikasi yang bermacam-macam dalam melakukan perekrutan. Kesalahan yang sering dilakukan oleh para pelamar adalah menggunakan satu CV untuk melamar pekerjaan di berbagai perusahaan. Hal ini tidak terlalu bagus karena bisa jadi apa yang dipaparkan dalam CV tidak relevan dengan kriteria pencarian dari perusahaan yang dituju. Pastikan untuk mencari informasi mengenai posisi yang akan kita tuju dan melakukan editing pada CV tersebut agar antara kriteria dan keterampilan atau kelebihan yang kita tawarkan sesuai dengan masing-masing perusahaan yang dituju.

10. Etika Pengiriman

Salah satu kesalahan fatal lainnya adalah etika pengiriman, khususnya saat mendapat kesempatan mengirimkan CV atau lamaran pekerjaan melalui email. Di era yang sudah serba mudah ini, ternyata masih banyak ditemui para pelamar kerja yang tidak memperhatikan tata cara pengiriman dengan baik. Mereka melakukan kesalahan fatal seperti tidak menuliskan judul email, tidak memberi keterangan kepada siapa CV tersebut ditujukan, dan yang lebih parah lagi adalah membiarkan badan email kosong tanpa keterangan apapun.

Hal-hal tersebut adalah kesalahan fatal yang akan membuat perekrut berpikir berkali lipat untuk membaca bahkan menerima CV kita sebagai pelamar. Kiriman CV tanpa judul, bahkan tanpa perkenalan diri kepada penerima memberi pandangan kepada perekrut bahwa kita sebagai pelamar kerja sama sekali tidak memiliki etika dalam berkirim CV. Dengan kata lain, etika pengiriman CV ini menjadi tolak ukur sifat dan karakter kita sebagai seorang pekerja yang akan memberi pengaruh terhadap perusahaan.

PENUTUP

Banyaknya kemudahan yang diberikan kepada kita sebagai pelamar kerja sering kali terkalahkan dengan hal-hal kecil yang tidak kita sadari dengan baik. Padahal dengan memberi perhatian lebih pada hal tersebut, seperti meneliti detail kelengkapan CV dengan baik dapat menjadi sarana kita mempromosikan diri untuk mendapatkan peluang kerja pada posisi yang kita inginkan. Demikianlah beberapa informasi mengenai kesalahan-kesalahan dalam menulis sebuah CV yang perlu kita sadari. Ingat bahwa CV adalah media promosi dalam mendapatkan sebuah pekerjaan dan juga gambaran dari karakteristik kita ya Sobat Ngobi. Maka dari itu pastikan bahwa CV dibuat dengan sebaik mungkin dan tidak terdapat kesalahan-kesalahan atau kepalsuan-kepalsuan didalamnya.

Untuk pertanyaan hari ini, Apakah Sobat Ngobi memiliki tips lain untuk menulis CV secara efektif selain dari 10 tips diatas?  silahkan jawab dikolom komentar dibawah ya

Leave a comment