Sobat ngobi ingin bekerja freelance namun minim pengalaman? Tenang, artikel ini akan memberikan panduan cara membuat portofolio freelance dari nol sekalipun.

Kemajuan internet dan teknologi membuat keberadaan seorang freelancer semakin diperhitungkan. Jangan salah, gaji seorang freelancer bisa melebihi gaji seorang pegawai negeri loh. Apalagi kalau mendapatkan projek dari klien luar negeri. Bisa jadi satu projek bernilai dengan gaji pegawai atau karyawan selama satu bulan.

Terlebih adanya pandemi ini, kerja secara remote, yakni kerja yang bisa dilakukan tanpa harus pergi ke kantor, semakin diminati. Sehingga minat menjadi seorang freelancer pun semakin berkembang.

Menurut data dari situs upwork, situs marketplace freelance terbesar di dunia, menyatakan bahwa tiga tahun ke depan sebanyak kurang lebih 40% orang akan bekerja secara remote dan pada tahun 2028 ada sekitar 73 % orang yang menggunakan model bekerja secara remote.

Profesi sebagai seorang freelancer memang tak begitu booming di Indonesia sehingga jarang yang membahas cara menjadi seorang freelance dari nol. Sebenarnya modal menjadi seorang freelance adalah keahlian, minat yang tinggi dan tentunya memiliki portofolio sebagai identitas dirinya.

Lantas pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana jika belum punya pengalaman sehingga portofolionya kosong? Tenang, sobat ngobi tak perlu galau, artikel ini  akan memandu cara membuat portofolio freelance dari nol.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Kerja Freelance

Sudah siap? Mari kita bahas satu per-satu.

Tips Merancang Portofolio Freelance

Tentukan Keahlian Spesifik yang ingin ditonjolkan.

Sebelum masuk pada teknis cara membuat portofolio freelance dari nol, maka penting sekali untuk menentukan keahlian spesifik yang ingin ditonjolkan. Karena seorang freelance itu biasanya sudah memiliki keahlian spesifik tertentu sehingga ketika mendapatkan job dari klien sudah tidak kebingungan.

Karena jarang klien yang memberikan training terlebih dahulu dari job yang diberikan. Kalau harus memberikan training terlebih dahulu maka tak ada bedanya dengan memberikan tugas ke karyawan.

Jadi, mulai sekarang tentukan keahlian spesifik apa yang ingin anda tonjolkan dalam portofolio. Sobat ngobi bisa menunjukkan lebih dari satu keahlian asalkan masih relevan dengan keahlian utama.

Misalkan sobat ngobi menonjolkan kemampuan sebagai seorang freelance content writer. Nah, bisa juga ditambahkan keahlian lainnya yang masih relevan misalnya mengerti tentang search engine optimization (SEO). Keahlian tambahan itu bisa jadi nilai plus bagi klien untuk memilih anda.

Coba cek status terakhir sosial media sobat ngobi? Apakah masih berisi status galau, tidak jelas, curhatan yang tidak perlu? Kalau status sobat ngobi masih seperti itu ya jangan berharap tiba-tiba ada pekerjaan freelance datang kepada anda.

Perbaiki Sosial Media Anda dengan Mem-branding Diri Sebagai Seorang Freelancer

Sekalipun sobat ngobi masih baru di dunia freelance maka perlu sekali untuk melakukan personal branding atau promosi diri di sosial media.

Caranya bagaimana? Tentunya pertama dengan memperbaiki profil sosial media. Kalau profil anda masih tidak jelas, itu akan membuat klien susah menemukan anda. Buatlah profil sesuai dengan bidang keahlian.

Misalkan anda ingin menjadi freelancer di bidang desain grafis. Maka cantumkan di profil sosial mediamu bahwa kamu adalah seorang freelancer bidang desain grafis.

Cara kedua adalah dengan membuat postingan atau konten yang bermanfaat di sosial mediamu yang berhubungan dengan bidang freelance yang kamu tekuni.

Tahukah kamu bahwa pekerjaan freelance bisa didapat tak hanya dari marketplace freelance saja namun juga dari sosial media. Maka mulai sekarang perbaiki sosial mediamu menjadi lebih profesional dan menunjukkan citra dirimu sebagai seorang freelancer.

Buatlah Portofolio Online Sehingga Klien Mudah Menemukanmu

Sebenarnya apa itu portofolio dan mengapa itu penting bagi seorang freelancer? Portofolio adalah semacam kumpulan dokumen yang menunjukkan progress seseorang dari waktu ke waktu. Cara sederhana memahami portofolio adalah kumpulan dokumen yang merekam jejak kita selama ini.

Lalu bagaimana jika ingin bekerja freelance tanpa portofolio? Tentu sobat ngobi perlu memiliki portofolio untuk semakin meyakinkan klien bahwa sobat ngobi ahli di bidang tersebut.

Membuat portofolio freelance dari nol itu tidak serumit yang dibayangkan. Adanya internet semakin memudahkan setiap orang membua portofolio.

Portofolio online bisa berupa website, blog, ataupun sosial media. Apabila kamu belum mempunyai webisite atau blog maka gunakan sosial media yang anda miliki untuk menampilkan portofolio.

Misalkan anda adalah seorang desain grafis atau fotografer maka tampilkan hasil karya anda di sosial media instagram. Bagi seorang content writer bisa membuat micro blog di instagram.

Namun memang ada baiknya bila memiliki blog atau website sendiri. Kalaupun belum punya blog atau website, tenang ada banyak platform online untuk membuat portofolio online anda.

Buatlah portofolio online dan mudahkan klien menemukan anda.

Baca Juga : 5 Cara Memulai Karir Sebagai Seorang Freelancer

Buatlah Bedah Studi Kasus Bila Anda Belum Punya Pengalaman Sama Sekali.

Sobat ngobi masih bisa menjadi seorang freelancer meski minim pengalaman sekalipun. Cara termudahnya adalah membuat bedah studi kasus. Apa itu dan bagaimana caranya?

Jadi bedah studi kasus ini bertujuan untuk memperlihatkan kemampuan sobat ngobi dalam keahlian tertentu. Hal ini lumrah dilakukan. Misalnya sobat ngobi ingin menjadi seorang freelance UX Writer namun tidak punya pengalaman sama sekali. Maka cara untuk membuat portofolionya dengan membuat bedah studi kasus.

Caranya misalkan dengan membedah struktur UX writing pada aplikasi tertentu. Sobat ngobi menganalisa struktur kata dari kalimat yang ada di aplikasi. Lakukan pengamatan dan apabila ada yang perlu diperbaiki maka berilah saran perbaikan. Pengamatan dan saran perbaikan dari studi kasus itu bisa dipublikasikan lewat blog atau sosial media.

Menawarkan Jasa Secara Gratis

Cara paling mudah untuk membuat portofolio adalah dengan menawarkan keahlian sobat ngobi secara gratis. Sobat ngobi bisa menawarkan jasa keahlian yang dimiliki pada orang terdekat dahulu ataupun menawarkan di internet.

Misalkan sobat ngobi punya keahlian membuat website namun belum memiliki portofolio. Kemudia sobat ngobi punya saudara yang memiliki bisnis namun belum ada website-nya. Nah ini kesempatan sobat ngobi untuk membangun portofolio dengan menawarkan membuat website secara gratis.

Nah, itulah sobat ngobi panduan cara mudah membuat portofolio freelance dari nol. Jangan minder sekalipun anda belum punya pengalaman. Karena membuat portofolio freelance dari nol sangat mudah apabila tahu caranya. Selamat mencoba !

Cara Mendapatkan Pekerjaan Freelance

1. Bergabung di Grup Facebook Khusus Freelancer

Bagi yang beranggapan bahwa Facebook adalah media sosial yang kuno. Tentunya salah besar. Facebook masih ramai kok. Bahkan banyak pekerja freelance yang bisa mendapatkan pekerjaan dari Facebook.

Caranya gimana? Tentunya dengan bergabung di grup Facebook khusus freelancer. Coba Sobat Ngobi ketikkan kata kunci freelance di pencarian Facebook. Bergabunglah di grup Facebook tersebut.

Contohnya grup Facebook Kami Kerja Remote . Ketika Sobat Ngobi baru saja bergabung, maka kamu akan dipersilahkan untuk memperkenalkan diri. Selain itu, pada hari tertentu pencari pekerja freelance dipersilahkan untuk mengumumkan lowongan pekerjaan.

2. Perkuat Personal Branding di Media Sosial

Dapat pekerjaan freelance dari media sosial ? Bisa banget dong. Mulai sekarang perbaiki bio di masing-masing media sosial yang kamu punya. Isikan bio Sobat Ngobi dengan profesi freelance yang ditekuni.

Bahkan Sobat Ngobi bisa mengubah nama akun media sosial dengan spesialisasi pekerjaan freelance kamu. Misalkan Sobat Ngobi adalah seorang freelance copywriter, maka nama akunnya bisa diubah seperti ini “Nama | Copywriter”.

3. Hubungi Teman Lama

Nah, cara lain yang cukup jitu adalah menghubungi teman lama baik teman saat zaman kuliah, SMA, SMP, SD atau bahkan TK. Siapa tahu tempat teman Sobat Ngobi bekerja membutuhkan seorang freelance.

Caranya bagaimana? Hubungi teman lama kamu lewat media sosial atau telepon langsung. Jangan to the point tanya tentang lowongan pekerjaan freelance. Basa-basi sejenaklah, tanyakan kabarnya, kesibukannya, hobinya, pokoknya bahas hal tentang dirinya.

Barulah Sobat Ngobi bercerita kalau kamu adalah seorang freelance bidang tertentu dan tanyakan apakah tempat dia bekerja butuh seorang freelance atau tidak.

4. Berinteraksi dengan Calon Klien Tertarget

Nah, Sobat Ngobi bisa banget loh untuk jemput bola terlebih dahulu. Caranya dengan berinteraksi dengan calon klien tertarget. Sobat Ngobi bisa berinteraksi lewat media sosial dengan rajin like atau komen.

Misalkan Sobat Ngobi ingin mendapatkan klien brand X. Nah, berinteraksilah di media sosial brand X agar mereka menjadi penasaran terhadap kamu. Kalau mereka penasaran, bukan tidak mungkin mereka akan membuka profil kamu dan menawarkan kerjasama.

5. Memberi Saran Perbaikan kepada Calon Klien Tertarget

Cara ini juga termasuk jemput bola. Kamu bisa nih memberikan pancingan dulu terhadap calon klien tertarget. Misalkan Sobat Ngobi adalah seorang freelance web designer. Sobat Ngobi bisa mencari website klien yang diinginkan.

Katakanlah Sobat Ngobi ingin bisa memperoleh klien dari brand Y. Sobat Ngobi melakukan riset di website milik brand Y. Kemudian Sobat Ngobi memberikan saran perbaikan terhadap desain dari website milik brand Y dan jangan lupa di akhir tawarkan jasa freelance Sobat Ngobi.

Kesimpulan

Itulah lima cara jitu mendapatkan pekerjaan freelance tanpa harus perang harga di marketplace jasa freelance. Kuncinya adalah konsisten berkarya dan perkaya portofolio Sobat Ngobi.

Selamat mencoba dan semoga Sobat Ngobi mendapatkan pekerjaan freelance yang diimpikan!

Leave a comment