Salah satu syarat menjadi seorang pengusaha adalah terus mencari solusi agar bisnisnya tetap bertahan dan berkembang dalam kondisi apapun. Bahkan di masa pandemi covid-19, Anda harus terus menemukan solusi terbaik untuk bertahan termasuk skala usaha makanan rumahan, Sob. 

Memang tidak mudah. Namun, sebenarnya usaha rumahan mampu bertahan di masa pandemi asalkan Anda jeli melihat peluang dan resiko, Sob. Oleh karena itu, Anda harus mulai mempertimbangkan strategi, salah satunya yakni  memasarkan produk-produk Anda secara online.  

Bagi Anda yang sedang mencari alternatif untuk ganti usaha atau baru ingin memulainya, Anda harus lebih berhati-hati untuk memulainya. Pastikan produk Anda dibutuhkan oleh pasar dengan harganya terjangkau. Ini merupakan  tantangan tersendiri di masa pandemi yang tidak menentu, Sob. 

Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk memiliki produk makanan ringan. Karena selain bertahan lama, makanan ringan lebih memungkinkan untuk dipasarkan secara online. Dengan demikian pangsa pasar menjadi lebih luas, Sob. 

Berminat membuat atau memasarkan produk makanan ringan dengan pangsa pasar luas, Sob? Berikut ini adalah sembilan usaha makanan rumahan yang mampu bertahan di masa pandemi. 

Baca Juga : 7 Cara Jualan Makanan agar Laris dan Untung Besar

1. Keripik Kentang

Ini merupakan produk makanan ringan yang banyak diminati konsumen di Indonesia. Selain bahan bakunya mudah didapatkan, keripik kentang merupakan produk usaha makanan rumahan yang mampu bertahan lama. 

Permintaan keripik kentang sangat tinggi dan Anda dapat memulainya dari rumah, Sob. Soal pemasarannya Anda dapat memasarkan secara online. Itulah sebabnya produk ini termasuk jenis usaha makanan rumah yang mampu bertahan di masa pandemi. 

2. Abon 

Terbuat dari bahan dasar daging, abon merupakan usaha makanan rumahan yang banyak disukai konsumen, Sob.  Abon biasanya dikonsumsi sebagai pendamping makanan berat seperti nasi atau bubur. 

Karena memiliki sifat tahan lama dan disukai konsumen di Indonesia, Anda patut mempertimbangkannya, Sob. Namun, Anda juga harus berusaha mencantumkan label halal agar konsumen yang mayoritas muslim lebih yakin untuk membeli produk abon Anda.  

3. Keripik Pare

Mungkin Anda sudah terbiasa dengan keripik kentang. Sekarang Anda perlu melakukan terobosan produk makanan ringan dengan bahan baku pare. 

Pare dikenal sebagai makanan yang berkhasiat baik untuk kesehatan, Sob. Karena unsur pare adalah pahit, keripik pare sangat baik untuk mencegah kadar gula berlebih. Konsumen Anda tidak selalu mengedepankan rasa enak dan gurih, namun ada juga yang mengedepankan kesehatan. 

4. Fried Chicken

Makanan olahan dapat Anda jumpai di berbagai daerah. Bahan dasarnya berupa ayam sangat mudah didapatkan. Walaupun di masa pandemi, permintaan akan fried chicken masih cukup tinggi. 

Usaha makanan rumahan ini sebenarnya dapat dipasarkan secara online. Sangat disarankan Anda bekerjasama dengan perusahaan transportasi online seperti Gojek atau Grab. Keduanya memiliki layanan untuk pesan dan antar makanan kepada konsumen. Alhasil, penjualan fried chicken dapat dipesan bahkan dari rumah sekalipun. 

5. Usaha Kerupuk 

Kebiasaan konsumen Indonesia yang harus Anda ketahui adalah gemar makan kerupuk. Teksturnya yang renyah dan bersuara ketika digigit mampu memberikan sensasi makan yang unik. Apalagi Anda mampu menawarkan berbagai rasa kerupuk misalnya rasa pedas, maka produk kerupuk Anda semakin diminati konsumen. 

Anda tidak harus menawarkan kerupuk yang sudah digoreng, Sob.  Kerupuk mentah sekalipun masih berpotensi besar terserap pasar. Karena di masa pandemi banyak orang lebih memiliki banyak waktu di rumah dan bersedia untuk memasaknya sendiri. 

6. Bumbu Masakan 

Peluang usaha makanan rumahan yang patut Anda lirik adalah bumbu masakan. Tidak semua orang suka memasak apalagi untuk membuat bumbu yang memakan banyak waktu. Anda dapat menawarkan solusi melalui produk bumbu masakan. 

Anda harus memperhatikan kemasan produk bumbu masakan. Hal ini penting karena untuk memasarkannya secara online Anda membutuhkan kemasan yang aman. Ketahanan bumbu masakan juga harus dipastikan bertahan sampai beberapa bulan agar konsumen dapat membeli jumlah tertentu untuk persediaan bumbu masakan di rumah. 

7. Usaha Klatak

Makanan ringan ini terbuat dari tepung singkong yang dipipihkan seperti keripik. Klatak adalah makanan ringan yang berasal dari Banjarnegara. Biasanya dijual dengan kemasan kecil untuk konsumen atau kemasan bal untuk dikemas ulang. 

Usaha makanan rumahan yang memproduksi klatak mampu bertahan di masa pandemi, Sob. Klatak termasuk makanan keripik yang memiliki ketahanan untuk dikirim antar kota atau pulau sehingga memiliki pangsa pasar luas. 

8. Keripik Singkong

Inilah produk makanan ringan yang dapat diproduksi di rumah. Beruntung bagi Anda yang berada di pedesaan karena singkong dengan mudah Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah. 

Ketika Anda mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih murah, besar kemungkinan untuk mampu bersaing dan terserap pasar. Pemasarannya pun dapat secara online sehingga walaupun diproduksi di rumah keripik singkong tetap mampu mencetak omset yang menjanjikan. 

9. Produk Makanan Beku 

Frozen food merupakan makanan beku yang mampu bertahan lama asalkan disimpan di tempat beku seperti kulkas. Permintaan produk ini meningkat di masa pandemi. Karena anak-anak gemar makanan sosis dan nugget, persediaannya harus Anda di dapur. 

Banyak jenis makanan beku yang dapat Anda kembangkan. Mulai dari bakso, cireng, siomay, hingga sempolan ayam dapat dijadikan produk makanan beku. Bagi Anda yang gemar berkreasi dengan makanan siap saji, usaha makanan rumahan berupa makanan beku dapat Anda coba. 

Itulah 9 usaha makanan rumahan yang mampu bertahan di masa pandemi. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangkan sebelum memulai usaha khususnya kategori makanan olahan. Selamat berusaha menjadi pengusaha produk makanan, Sob! 

Leave a comment